Minggu, 09 Oktober 2016

Liburan 5 Hari 4 Malam di Yogyakarta (Bonus : Itinerary!)

Hae!
Bulan September kemarin, tepatnya pada tanggal 20-24 September 2016, saya, Ika dan Ketut pergi ke Yogyakarta dalam rangka liburan habis beres skripsi dan tinggal nunggu wisuda, hehe.
Jadi, inilah secercah cerita saya saat liburan di Yogyakarta bersama mereka. Saya juga menuliskan Itinerary Yogyakarta 5 hari 4 malam versi kami. Semoga bermanfaat! Yuk liburan ke Yogyakarta ^^
Itinerary :
Hari ke-1
19.50 Sampai di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta

Hari ke-2
09.30 Hutan Pinus Mangunan
11.30 Pantai Parangtritis
14.10 Gumuk Pasir Barchan
15.00 Gardu Action
16.45 Museum De Arca
18.30 Makan malan di House of Raminten

Hari ke-3
10.00 Cave Tubing Goa Pindul
10.50 River Tubing Sungai Oyo
13.45 Pantai Indrayanti
16.10 Bukit Kosakora (Pantai Ngrumput)

Hari ke-4
09.00 Beli oleh-oleh
11.30 Kalibiru
18.00 Taman Pelangi

Hari ke-5
09.15 Malioboro dan Pasar Beringharjo
15.30 Stasiun Lempuyangan, pulang menuju Jakarta dengan KA Bengawan

Behind the Scene :
Wacana berlibur ke Yogyakarta sebenarnya sudah tercetus dari tahun 2015, cuma belum kesampean. Hingga setelah tuntasnya urusan perskripsian di Juli 2016, wacana tersebut muncul kembali dan kayanya ini-mah-wajib-banget-deh-ya-direalisasikan! Kuy lah! Lalu kami mencari waktu yang cocok, dan terpilihlah Minggu ke-3 September 2016. Kami memilih menggunakan transportasi Kereta Api kelas ekonomi (dengan harga pualing murah) menuju Yogyakarta dengan ongkos PP hanya 152 ribu saja (kantong mahasiswa banget cyin--eh fresh graduate). Sebelum berlibur, saya berinisiatif untuk menyusun itinerary terlebih dahulu dengan bantuan informasi super lengkap dari website Yogyes. Serius ih, websitenya rekomendasi banget!

Dari rencana awal berlibur berenam nih ya, ujung-ujungnya cuma tiga orang yang berangkat :').
Tanggal 20 September 2016 pun tiba, kami berangkat dari Stasiun Pasar Senen dengan menggunakan KA Bengawan pukul 11.30. Perjalanan menuju Stasiun Lempuyangan selama 8 jam 20 menit. Baru dua jam perjalanan, rasanya udah pegel-pegel... Ekonomi..ekonomi..Harga tidak membohongi kualitas :p

Sampai di Stasiun Lempuyangan, kami menuju tempat homestay di daerah Congdongsari menggunakan Go-Car. Kebetulan homestay tersebut adalah rumah milik teman Bapak saya, dan ya.. kami diizinkan secara cuma-cuma untuk stay disana selama di Yogyakarta. Ihiy! 
Selama berlibur, kami menggunakan jasa penyewaan mobil dari Kuruma Rent Car & Wisata , nama drivernya Pak Rohmat. Makasih Pak Rohmat, makasih Kuruma, kami puas dengan pelayanan kalian :)) 

Salah satu tujuan perjalanan yang ada di itinerary adalah Hutan Pinus Mangunan dan Gumuk Pasir Barchan. Kalau nyimak Vlog Arief Muhammad a.k.a Arief @poconggg di Youtube, kamu pasti tau bahwa dua lokasi tersebut merupakan spot foto prewedding Arief-Tipang. Hutan Pinus dengan hawa sejuknya dan Gumuk Pasir dengan suasana bak padang pasir, ya berasa film Ayat-Ayat Cinta gitu, memang menarik untuk dijadikan spot foto biar jadi remaja hitz kekinian. Haseek.
Masa ya.. 
Ika ngga berani ke tempat saya dan Ketut berada itu...


Spot foto wajib di Gumuk Pasir #1

Spot foto wajib di Gumuk Pasir #2

Setelah dari Gumuk Pasir, kami sempat mampir ke Gardu Action. Lagi-lagi di tempat ini banyak spot foto yang Instagramable deh. Pernik-pernik gemas yang ada di Gardu Action banyak dimanfaatkan dari barang bekas loh. Gardu Action ini implementasi dari prinsip reuse dan recycle :)

Pintu dambaan sejuta umat.. 
ternyata ada di Jogja!

Mau berfoto dengan patung lilin tokoh terkenal seperti di Madame Tussauds Singapura? Ngga perlu jauh-jauh kesana, di Yogyakarta pun ada tempat seperti itu. Namanya Museum De Arca, menyediakan beragam koleksi patung lilin tokoh terkenal mulai dari patung lilin Pahlawan Nasional, Tokoh Dunia, Superhero dan Selebriti. Ada patung Bung Karno, Jokowi, Ahok hingga Taytay, Lady Gaga dan Katy Perry juga loh!
Foto sama patungnya aja dulu ya, hehe

Paman.. 
Anda mengingatkan saya pada seseorang deh..

Berkunjung ke Yogyakarta, kurang lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Pantai-pantai cantik yang ada disana. Pantai Parangtritis, Pantai Indrayanti dan Pantai Ngrumput adalah tiga pantai yang berhasil kami kunjungi. Dari ketiga pantai tersebut, favorit saya sih adalah Pantai Ngrumput. Pantainya cantik banget! Pantai ini masih belum terjamah oleh banyak orang, jadi masih terlihat asri, alami dan cantik.
Parangtritis Beach.
Yay kesampean dolan sampai sini :')

Pantai Indrayanti..

Pantai di Gunungkidul itu cantik-cantik euy

Pantai Ngrumput.
Parangtritis kalah telak sama yang ini, serius.

Sebenarnya Pantai Ngrumput bakal terlihat lebih indah jika dilihat dari Bukit Kosakora. Bukit Kosakora/Pantai Ngrumput sebenarnya tidak ada dalam itinerary awal yang saya buat. Kami ke tempat ini atas rekomendasi bapak driver yang mengantar. Saya sendiri ngga punya bayangan sama sekali seperti apa Bukit Kosakora tersebut. Dan.. Oh My God.....ternyata menuju Bukit Kosakora butuh perjuangan. Saya pribadi dibuat kelelahan saat mendaki, apalagi yang didaki bukanlah jalanan yang mulus melainkan jalan yang penuh dengan bebatuan karang. Buat saya yang bukan anak pecinta alam apalagi anak gunung, rasanya ingin menyerah di tengah jalan dan turun kembali. Namun, ya saya sih ngga secupu itu ya....hehehe... ya maju terus pantang mundur dong~ Semua rasa lelah akhirnya terbayar saat melihat keindahan pemandangan dari atas bukit. Untunglah kami ke Bukit Kosakora saat sore hari, sehingga kami tidak perlu menghadapi panas matahari yang menyengat di atas bukit.
Kosakora, kamu bukit pertama yang aku daki

Kamu, kesini yuk!

Di cave tubing Goa Pindul kami diajak menyusuri goa dengan duduk manis di atas ban selama kurang lebih setengah jam. 
Bermain dalam goa~

Setelah melakukan cave tubing, kami melanjutkan dengan aktivitas river tubing Sungai Oyo. Sama dengan cave tubing, river tubing mengajak kami menyusuri Sungai Oyo dengan hanya duduk manis di atas ban, tapi dengan durasi yang lebih lama yaitu satu jam. Namun, sebelum melakukan river tubing, kami harus berjuang berjalan menuju Sungai Oyo dengan jalur yang sangat licin. Jalannya harus pelan-pelan dan ekstra hati-hati.
Seru ! 

Kalau habis beginian, 
siap-siap kulit belang ya gengs :"

Saat melakukan river tubing, kami mendapatkan bonus berupa tour guide yang seru, namanya Mas Tinus. Dia mendeklarasikan dirinya sebagai Water Up Comedy (plesetan Stand Up Comedy). Bebas dah mz, bebas...
Selama melakukan cave tubing dan river tubing kami tidak membawa gadget sama sekali, jadi untuk dokumentasi kami membayar biaya tambahan sebesar 200 ribu dan bisa difoto bebas sepuasnya. Fotografer kami namanya Mas Anto. Hae Mas Anto, Mas Tinus..

Kalibiru memiliki ceritanya sendiri. Kami stay disana hingga lima jam. LIMA JAM. LIMA JAM. (Nunggu, ishoma, foto, nunggu hujan reda, sholat lagi).
Kami tiba disana pukul 11.30 pada hari Jumat. Saat membayar tiket masuk, petugas sudah mengatakan bahwa untuk foto dari Gardu Pandang akan dilayani kembali setelah sholat Jumat, yaitu sekitar pukul 13.00. Namun ternyata kami harus menunggu kurang lebih dua jam lagi untuk mendapatkan foto dari Gardu Pandang karena harus antre dengan pengunjung lainnya. Cuaca kala itupun agak bikin deg-degan, karena mendung-semendung-mendungnya. Alhamdulillah, hingga tiba giliran saya, Ika dan Ketut cuaca aman. Namun, 10 menit setelah Ketut berfoto (giliran terakhir) hujan pun akhirnya turun.... :') 
Nunggu empat jam buat foto beginian... YA!

Karena terlalu lama di Kalibiru, kami tidak bisa kemana-mana lagi karena hari sudah beranjak sore. Namun, kami menyempatkan diri mampir ke Taman Pelangi untuk melihat lampion-lampion cantik dengan beragam bentuk yang berada di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali). Sayangnya, di tengah-tengah menikmati keindahan lampion, lagi-lagi hujan turun sehingga kami menjadi kurang leluasa untuk berfoto dengan lampion-lampion cantik di Taman Pelangi.
Sayang sekali pake ada drama hujan :(

Bisa dibilang, liburan ini kebanyakan berwisata alam, bahkan kami tidak berwisata budaya sama sekali seperti ke Candi, tidak berwisata ke dalam kota dan tidak terlalu banyak berwisata kuliner. Salah satu kuliner yang kami coba adalah menikmati keunikan resto House of Raminten. Walaupun terlihat high class, ternyata harga makanan yang dijual di resto ini sangat terjangkau. Harga termahalnya hanya 20 ribu rupiah saja. 
Gudeg komplit : 20 ribu

Selain Raminten, kami juga menyoba kuliner di salah satu angkringan di Jl. Mangkubumi, yaitu Angkringan Kopi Joss “Pak Agus”. Sebungkus sego kucing, sate-satean dan segelas Teh Jahe menjadi menu saya. Nikmatnya…
Sate-satean khas angkringan ini, lafff

Di hari keempat, kami sempat nyobain makan Nasi Balap yang ternyata makanan khas Pulau Lombok. Kirain makanan khas Jogja...hehe. Rasanya pedes-asin gitu, lumayanlah buat sarapan. Yang penasaran bentuk nasi balap itu kayak apa, bisa baca disini.

Dan hari kepulangan ke Jakarta pun tiba.. 
Karena jadwal kereta kami sore, di pagi terakhir di Jogja kami memutuskan untuk berjalan-jalan mencari saranpan di Malioboro dan berburu oleh-oleh dari Kaki Lima Malioboro hingga Pasar Beringharjo. Nah pas hari terakhir di Jogja, pas jalan-jalan di Malioboro dan Beringharjo, saya berhasil bertemu teman lama yang sudah tidak bertemu..uhm...empat tahun. Tentu, sudah janjian sebelumnya, bukan tiba-tiba ketemu, ya ngana pikir FTV...
Teman lama saya ini namanya mz Kemal. Dia sabar banget nemenin saya, Ika dan Ketut menelusuri Kaki Lima Malioboro hingga Beringharjo. Sabar banget nemenin tiga perempuan yang gampang menclok sana-sini lihat yang lucu-lucu di Kaki Lima Malioboro. Ada kali ya 1,5 jam kami menelusuri Malioboro-Beringharjo. Dia ngga comment macem-macem, ya mungkin ngedumelnya dalam hati kali ya :p
Ku salut padamu Mz Kems, Makasih banyak :))

Terima kasih banyak Jogja, atas segala keindahan wisatanya. Semoga saya bisa kembali lagi untuk menuntaskan wisata budaya, wisata dalam kota dan wisata kuliner yang belum tertuntaskan di liburan kali ini. Aamiin..

Matur nuwun….
ANR


PS : Selain tulisan ini, saya juga membuat Vlog selama saya liburan di Jogja. Bolehlah ditonton disini. Jangan lupa Like, Comment, Subscribe :))

3 komentar:

  1. Wah asyik banget. :D

    Waktu di Jogja aku malah maen ke Kaliurang terus. Hahah. Soalnya di sana adem sik. :p

    Lumayan jugak ya budgetnya. Mesti nabung nih :'

    BalasHapus
  2. Kalo saya yang nanti main ke jogja pasti saya banyakin kuliner disana buat jadi bahan blog saya hahaha

    BalasHapus
  3. Ramenya. Seneng ya bisa pada liburan :)

    BalasHapus