Sabtu, 24 Mei 2014

Blog Tour Interlude : Day 4

Selamat berakhir pekan semuanya, semoga harimu menyenangkan! Kemarin aku sudah ke Jakarta Book Fair loh…Blah, diskonnya bikin ngiler…Beneran deh. :p *komporin*

Maap ngelantur dikit
Mari masuk ke topik utama :)

Hari ini adalah blog tour hari ke-4.. dan seperti yang sudah aku bilang , hari ini temanya adalah………
Resensi. Review. Whatever itulah namanya.
Mari nikmati resensi Interlude dari 5 host yang berbeda dengan cara penuturan yang berbeda tapi dengan satu tujuan yang sama, yaitu : bikin penasaran binti gemes. Check it out!

***
Judul : Interlude
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagasmedia
Tahun Terbit : 2014
Halaman : viii+372 hal
Harga : Rp 58,000
Hanna,
listen.
Don't cry, don't cry.
The world is envy
You're too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak. Kemarilah, aku akan menjagamu, asalkan kau mau mengulurkan tanganmu. 
"Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang." Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku.
Aku tidak selamanya brengsek. Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi? 
Kilat rasa tak percaya dalam matamu, membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri. Tapi, sungguh, aku mencintaimu, merindukan manis bibirmu.
Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? Kenapa masih saja senyum retakmu yang ku dapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu? Hatiku baru saja patah....
***
 

"Apa kau sudah memikirkan kata-kataku?" Dia bertanya dengan suara pelan.
"Ka-kata-katamu?"
"Ya. 'Aku mencintaimu'. Kata-kataku yang itu"
Lawannya gelagapan.
Kai menunggu gadis itu menjawab, tetapi tidak ada kata yang didapatkannya. "Ah, jadi benar. Kau membenciku." Dia mulai gelisah.
"Ti-tidak" aku Hanna.
"Tidak? Berarti aku masih punya harapan? Saat kita tidak sedang bersama, apa kau pernah memikirkanku?"
"Y-ya"
"Lalu, saat aku di hadapanmu, apa kau merasakan sesuatu?"
Hanna merona seketika.
Kai pun tersenyum. "Tidak perlu kau jawab. Aku mengerti"

Sinopsis :
Kai, Gitta, dan Jun merupakan anggota dari Band Second Day Charm yang mengusung genre musik jazz. Kai, mahasiswa hukum UI, si bad boy yang romantis di bagian gitar. Gitta (Tnya double), mahasiswi HuMas Jakarta School of Communication, si cantik nan sinis di bagian vocalis. Jun si Akuntan tampan nan rupawan dengan karir cemerlang di bagian Bass. Salah satu ambisi Gitta adalah bandnya dapat masuk dapur rekaman. Dan beruntungnya, harapan itu terkabul.

Hanna adalah seorang mahasiswi Jurnalistik di kampus yang sama dengan Gitta. Hanna merupakan sosok gadis yang lemah dan penakut, akibat dari trauma masa lalu. Trauma ini yang mengakibatkan Hanna harus cuti beberapa saat dari kegiatan perkuliahan. Setelah cuti berakhir, Hanna kembali, semua mahasiswa menggunjingnya tampa ampun, padahal kejadian itu bukan salah Hanna. Gadis ini mempunyai kebiasaan menikmati senja di atap apartemen indekos dan merekam segala suara—walau hanya suara angin atau suara bisingnya kendaraan umum—dengan perekam suara kesayangannya.

Semesta mempertemukan Hanna dan Kai. Gadis Ipanema, itulah panggilan dari Kai untuk Hanna. Kai, si playboy, mudah ditebak dia terpesona pada Hanna, ia ingin menaklukkan gadis itu sesaat lalu meninggalkannya. Gitta yang mengetahui pikiran Kai langsung melarangnya habis-habisan, Gitta tahu penyebab trauma Hanna pada masa lalu, dan Gitta tak akan rela jika trauma itu bertambah karena ulah Kai.
Di sisi lain, Gitta juga melarang Hanna untuk terlalu dekat dengan Kai, tapi Hanna tak bisa. Saat Kai mengundang Hanna ke Nigel’s untuk menonton bandnya perform, Gitta mencegahnya agar tak usah datang, tapi nyatanya…….Hanna datang. Bukan untuk menemui Kai, melainkan untuk mendengarkan  petikan gitar pemuda itu sekali lagi. Lebih tepatnya, untuk merasakan kehangatan yang muncul di dadanya saat dia mendengarkan gitar pemuda itu. Rasa itu muncul. Apa Hanna dan Kai akhirnya dapat bersatu setelah Kai mengetahui penyebab utama trauma Hanna?

Jun menyimpan hati pada Gitta, dan Gitta tahu itu. Gitta sengaja tak membalas perasaan Jun dengan sebuah pertimbangan, ia berpacaran dengan Ian, seorang pemain drum. Ian merupakan sosok yang mempunyai emosi yang labil, dan sering memukul Gitta. Gitta hanya diam dan menerima memar yang timbul di tubuhnya akibat ulah Ian. Gitta diam karena Ian yang bergabung menjadi drummer untuk Second Day Charm. Apa Jun dan Kai akan mengetahui perbuatan Ian? Apa Jun akan berjuang merebut Gitta?

Review :
Dari mana aku harus mereview? Aha! Cover dulu deh. Warna biru yang mendominasi, dengan tampilan setengah tubuh seorang gadis rambut panjang yang bergelombang , sehelai kain menutup tubuhnya. Covernya indah sekali, pemilihan yang tepat. Aku penyuka pink, dan aku juga suka biruuuu :p Jadi, aku melihat covernya…ya aku jatuh cinta :)
Sudut pandang dari novel ini adalah sudut pandang orang ke-3.
Banyak konflik yang diciptakan. Hampir semua tokoh di novel ini mempunyai konflik. Kai mahasiswa pengangguran yang hampir di drop out, Hanna yang belum sembuh dari trauma, Gitta yang berpura-pura bahagia pacaran dengan Ian, Jun yang hanya bisa cemburu melihat Gitta dan Ian, Orang tua Kai yang tidak akur. Mari kita buat Kai sebagai pusatnya, Kai berada di sekeliling orang yang mempunyai konflik. Di novel ini, bukan Kai saja yang menimbulkan konflik, tapi tokoh-tokoh lain dengan sendirinya terlibat konflik yang berbeda. Penyelesaian konflik ini ada yang mudah ditebak, ada juga yang susah. Sebenarnya, ini bukan masalah bagaimana ujung konflik itu akan berakhir, tapi bagaimana cara mba Windry untuk membawa semua konflik yang diciptakan  dengan penceritaan dalam kalimat yang tepat. Dan mba Windry berhasil melakukan itu.
+100 Ceritanya tidak membosankan. Aku pernah baca novel yang pendeskripsian kalimatnya juara banget, tapi malah bawaannya cape, pengen skip. Untung mba Windry tidak seperti itu, hehe.
Novel Interlude merupakan genre new adult. Dimana gambaran kissing tidak mulu hanya di kening, tapi……..di bibir. Iya. Bibir.Kan new adult yes…. :p *ya ketauan deh banyak kissing-nya kyaaaaahaha :p
Lanjut…….. Kata-kata yang ditulis mba Windry itu………blah………..juara! Sederhana tapi dapat memicu emosi. Aku terbawa emosi saat membacanya, menitikkan air mata. Terutama di bagian Kai terlihat putus asa dari gambaran kalimat yang terucap dan terpikir oleh tokoh Kai. :’)) Rasanya…..ingin meluk Kai :’))

Kai dan Jun, merupakan tokoh yang menjadi idola bagi pembaca, termasuk aku :p Kalau buat dijadikan pacar sih, mending Jun kemana-mana. Astaga….karakter Jun digambarkan sangat sempurna….untungnya sih Hanna tidak digambarkan jatuh cinta pada Jun , eh tapi kalau jatuh cinta sama Jun kayanya lebih seru *dijewer mba Windry*. Se-brengsek, se-playboy, se-bad boy-nya Kai tapi dia adalah sosok yang romantis, hanya romantis pada satu wanita tepatnya, pada Hanna. Dan, Kai yang biasanya membuat wanita patah hati, setelah bertemu Hanna ia malah dibuat patah hati oleh gadis tersebut. *Puk-puk Kai
Di halaman-halaman terakhir, ada sebuah lagu yang berjudul Hanna yang diciptakan Kai. Wah , keren ga tuh? Mba Windry menulis laguuuuu ! :p
Di novel ini diceritakan juga tentang hubungan Hanna dengan ayah dan ibunya. Ibunya yang selalu mengkhawatirkan sang putri cenderung membuat Hanna menghindar, dan membuat Ibunya berpikir kalau Hanna membencinya, sedangkan ayahnya sebaliknya, tidak akan memaksa Hanna bercerita jika putrinya tidak ingin menceritakan. Realita sifat orang tua :’) Yang satu cerewet, kepo minta ampun, Yang satu tidak akan memaksa.

Aku bingung mau nulis kekurangan novel ini apa -__- Yang jelas sih, pertama masih ada typo, kalimat yang terbalik di awal saat baca prolog juga adaaaa. Dia mendekap erat lututnya. Dia tubuh di dasar bilik kaca itu. Ah, maksudnya Tubuh dia di dasar bilik kaca itu kali ya. Aku awalnya mengira malah Dia tumbuh, ya kali ya… -__- Yang kedua, seperti yang sudah dibilang sebelumnya. Ada jalan cerita yang mudah ditebak dan tidak. Ah tapi itu tak masalah sih selagi mba Windry bisa membawa pembacanya terhanyut dengan jalan cerita sederhana serta kalimat sederhana yang menyentuh dan membawa emosi.

Ehiyaaaa, ada adegan program Hitam Putih lohhh di novel ini , penasaran ga? Ahahahaha..
Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk kalian ambil dari rak buku yang ada di toko-toko buku. Soalnya aku memberikan nilai 4,6/5 untuk novel ini, hehehe.

Sampai sini dulu ya, blog tour hari ke…..EMPAT! Ah, tinggal satu hari lagi, sungguh tidak terasa :’) Ingat..Ingat…Besok 5 host akan mengadakan Give Away Interlude!! Woohooo pecinta gratisan, mari-mari jangan lupa mampir datang kesini :p

Dadah……..




5 komentar:

  1. bener-bener dibedah yaaa ini novelnya :3 Reviewnya mantabz *y* ganbatte 1 day again! :D

    BalasHapus
  2. Ini resensi Interlude saya :)
    http://ridhodanbukunya.wordpress.com/2014/05/24/blog-tour-interlude-day-4/

    BalasHapus
  3. Kenapa Hanna ngegemesin sekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaali :3

    BalasHapus
  4. Aaaa keren.., awalnya tak kirain Kai itu Kai Exo ternyata bukan, hahaha. Pengen baca..

    BalasHapus
  5. Kok sketch Jun nya nggak ada?

    Itu cover interludenya kece yah jadi pengen baca~ :3

    BalasHapus