Selasa, 29 April 2014

[Review Buku] : Yummy Tummy Marriage - Nurilla Iryani

Judul : Yummy Tummy Marriage
Penulis : Nurilla Iryani
Halaman : vi + 270 hal
Harga : Rp 48,000
Penerbit : Bentang Pustaka

Meski pesta pernikahanku jauh sekali dari impianku, tetapi kebahagiaanku enggak berkurang sedikit pun karena aku sudah resmi menikah dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta setiap hari selama tiga tahun terakhir ini, Bara Wiryawan. Yes, Darling let me tell you this : When you marry the one you love, everything is perfect
***
Gila, gue enggak pernah menyangka rangkaian acara pernikahan bisa bikin badan gue pegel-pegel. Harusnya, jasa pijet masuk dalam paket pernikahan yang ditawarkan wedding organizer gue. But hey, gue tetep seneng banget karena wanita yang selama ini gue cintai akhirnya resmi jadi istri gue. Gina Anjani, you are all mine now! Until I know, tiga tahun ternyata enggak cukup buat gue mengenal gina dan semua rahasia besarnya. Sigh!
***
Gina menahan tangan gue “Bara, don’t be too serious. Enjoy your life”Gue hanya tersenyum. I can’t. I’m always serious about our future, Gin. Gue harus memastikan istri gue hidup layak setelah menikah dengan gue. Supaya kamu bisa selalu tersenyum tanpa beban, Gin. Simple reason : your happiness is my responsibility. Oh, and your smile is my little heaven. –hal 87
Gina dan Bara merupakan pengantin baru. Gina bekerja sebagai brand executive di salah satu consumer goods company yang enggak gede-gede amat, punya passion di bidang fashion, dan seorang fashion blogger juga. Sedangkan Bara bekerja sebagai IT Consultant yang mempunyai perhitungan yang jenius sekali dalam hal keuangan keluarga, kalau kata Gina, sebaiknya Bara menjadi financial planner : perhitungannya itu loh.
Tiga tahun pacaran ternyata enggak cukup buat mereka mengenal pribadi masing-masing. Bara yang tukang kentut dan kalau tidur susah dibangunin. Gina yang shopaholic abisss dan selalu belanja kalau lagi stress dan mempunyai tiga credit card.
Gina berusaha menutupi tagihan credit card yang diterima dari jangkauan bara, sampai-sampai menyimpannya di bawah panci yang ada di dapur. Sampai suatu hari, secara tidak sengaja bara menemukan tagihan tersebut. Dan, memberi solusi untuk menyelesaikan masalah credit card gina dengan menyewa jasa financial planner.
Ada satu klien bara yang demanding banget-bangetan. Tiap hari sok nghubungin bara dengan alasan minta report lah bilang urgent lah, padahal udah lewat dari jam kantor. Dan..klien yang demanding banget itu adalahhhhhh Elsa, mantannya bara sejak zaman SMA hingga lulus kuliah. Gina yang mengetahui hal ini, langsung membuat dugaan mengapa Elsa selalu hubungin bara sok-sok bawa pekerjaan..Dugaan gina, elsa sengaja ngehubungin untuk sok caper sama bara.
 Apakah benar dugaan gina ? Lalu gimana nasib credit card gina yang ditemukan bara? Itu baru satu credit card yang ditemukan, apakah dua credit card lainnya akan ditemukan atau akan diumpetin terus sama gina? Apakah mereka sanggup menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing yang terungkap saat mereka sudah menikah? Dan…gimana ya reaksi bara dan gina saat kedua orangtua mereka sudah menyinggung kehamilan dan ingin menggendong cucu? Untuk selengkapnya, silahkeun beli dan baca Yummy Tummy Marriage. 

Review :
Because every ending is a new beginning. Begitulah tagline dari novel karangan mba Nurilla. Novel ini menceritakan masa 30 hari setelah pernikahan Bara dan Gina, masa-masa penyesuaian pada penganten baru. Novel ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang pertama dari Bara dan Gina. Bara dengan gaya bahasa gue-nya. Dan gina dengan gaya bahasa aku-nya. Bahasa yang digunakan sangat ringan sekali, gaya bahasa kehidupan sehari-hari jadi ga perlu berpikir terlalu keras untuk memaknai isi novel ini.
Setting novel ini ada di Jakarta, Gina dan Bara tinggal di sebuah apartemen, tapi ga dijelaskan secara detail Jakarta bagian mana,
Konsep dari novel ini juga beda dari novel kebanyakan, karena…ada sisipan resep makanan dan minuman di beberapa babnya loh.. Gina yang penganten baru bawaannya bikin makanan mulu buat bara—biar bara gemuk dan gak ada yang naksir—nah resepnya dan cara pembuatannya ada di dalam novel. Ada  17 resep yang ada di novel, banyak ga tuh? Kebanyakan resep merupakan sajian yang simple; berbahan dasar roti, keju dan coklat, western-western gitu
Characters : Awalnya ku kira karakter Gina adalah sosok manja, yang ga mau kerja gitu, tapi aku salah… Gina rajin masak, rajin bersih-bersih rumah karena dia punya alergi…alergi kalau ngeliat barang berantakan, katanya sekujur tubuhnya akan gatal ngebayangin kuman. Kalau karakter bara itu… narsis abisssssss, dia sering mendeskripsikan dirinya ganteng, bara juga sosok yang smart abis , workaholic, serius, wise, dan dapat menenangkan hati gina ketika lagi gundah gulana. Lalu karakter elsa (mantan bara, klien bara), elsa ga digambarkan dengan POV pertama sih..hanya digambarkan melalui percakapan elsa – bara, tapi berdasarkan percakapan itu tergambarlah sifat elsa… Menurutku karakter elsa? Minta dibuang ke Samudra Antartika. Sok-sok demanding. Hih! *aduh kebawa emosiii nih mba* 
Untuk detail fisik, bara dan gina engga terlalu dijelaskan secara detail sama mba Nurilla, yang diketahui gina adalah sosok yang cantik dan sexy dijelaskan dari pujian-pujian bara, dan bara merupakan sosok yang ganteng, dijelaskan dari narsisnya bara (-_-")
Oke…. Aku sukaaaa sekali saat mba Nurilla menceritakan saat berperan menjadi gina dan saat menjadi bara. Pola pikir dari masing-masing karakternya itu loh! Dapat banget.. Gina yang emang pola pikirnya cewe banget, cemburuan, suka have fun. Bara dengan pola pikirnya cowo banget yang selalu memperhitungkan masa depan. Dari novel ini, aku bisa lihat…oh gini toh pola pikir cowo, apalagi kalau udah nikah, hehe :p Aku ga tau mba Nurilla ini observasi lewat apa ya saat menulis cerita berperan menjadi Bara? Padahal mba Nurilla kan perempuan =)). Ada typo dalam novel ini, ga banyak, paling ketika Gina yang dengan bahasa aku-nya banget, tiba-tiba ada nyelip kata gue-nya. Paling itu aja sih typonya.
Kalau dari segi konflik, ada sih konfliknya, tapi…kurang greget. Mungkin karena tema yang dipilih mba nurilla adalah story of 30 days after marriage kali ya, jadi mba Nuri berpikir ga mungkin untuk banyak memberi konflik kepada cerita penganten baru. karena serem juga sih, kalau baru 30 hari nikah konfiknya udah banyak kan?
Cover..Cover… Warnanya manis dan soft, designnya lucu.

Saya beri EMPAT bintang dari LIMA bintang untuk novel ini. Hehe..

Quotes Gina :
  • Harusnya romantisme jadi salah satu mata kuliah wajib biar para pria enggak ndableg-ndableg banget dan mengerti cara menyenangkan pasangannya! –hal 21
  • Kadang memang lebih baik enggak tahu apa-apa daripada mengetahui kebenaran-kebenaran yang bikin hati enggak enak begini –hal 34
  • After getting married, most of us realizes that we have so many differences with our spouses. And to make our marriage work, we have to adapt. We have no other choice. –hal 65
  • Well, I have to admit, most of the time, stalking only brings you pain –hal 109
  • Sometimes we have to do things we don’t like, to get a life that we like –hal 153
  • Sometimes, we, women, want men know how we feel without us teliing it out loud –hal 196
  • Oh, well, forgiving is easy, forgetting is another thing –hal 241
Quotes Bara :
  • Man, di tengah sintingnya Kota Jakarta, cari cewek cantik itu gampang banget, tapi cari cewek baik-baik itu kaya cari tapir di tengah gurun –hal 7
  • Well, I guess sometimes something is better left untold –hal 26
  • Jangan pernah menunda kewajiban kalau engga pengin haknya ditunda juga –hal 27
  • Oh well, sometimes you have to lower your expectation so that you won’t get disappointed! –hal 29
  • Wanita itu sering malu-malu kucing, deh. Sok-sok protes kalau digombali, padahal dalam hatinya pasti teriak-teriak “Lagi! Lagi! Lagi!” Hih! –hal 39
  • Gue heran, deh, sama perempuan, udah sering skip sarapan, makan malam juga kadang di-skip. Lambungnya pada segede-gede upil kali, ya. Kok, enggak ada lapar-laparnya. –hal 48
  •  Anyway, life is funny sometimes. When we have a lot of time, we don’t have money to buy fun things. When we have money and we can buy many fun things, we don’t have time to enjoy it. –hal 55
  • I guess this is what we call love. Funny how love can make the one we love as our very top priority –hal 75
  • We, men, always work really hard every single day for our lovely family. Yet, working too hard makes us having no quality time for our family. Life is ironic sometimes. –hal 80
  •  Mungkin kasur tempat tidur itu sebetulnya saudaraan sama lem aibon. Kalau sudah nempel, rasanya enggak mau lepas dan enggak mau gerak ke mana-mana lagi. –hal 169
  •  You know, sometimes people forget that it’s the small thing that make us happy –hal 173
  • When your woman is angry, everything you say is always wrong, so the best thing to do is shut your mouth up –hal 198

0 komentar:

Posting Komentar